Subscribe:

Senin, 02 Mei 2011

Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Sebagai Negara yang besar dan beragam, Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia. Islam datang sebagai agama terakhir yang masuk ke Indonesia setelah ajaran Hindu, Budha dan Kristen. Islam dating dengan damai di Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia pada masa awal masuknya Islam ke Negara ini masih menganut ajaran Hindu, Budha dan kepercayaan terhadap nenek moyang. Dari berbagai historiografi yang ada tentang sejarah masuknya islam ke Indonesia terdapat beberapa teori yang mengungkapkan bagaimana caranya islam masuk dan berkembang dengan cepat di Indonesia. Dari sumber atau fakta yang jelas dan rinci mengenai bagaimana masuknya islam ke Indonesia, akhirnya para ilmuwan sejarah mengemukakan teori yang menjadi tumpuan sejarah dan berkembangnya islam di Indonesia.

Teori-teori yang berkembang itu salah satunya adalah teori yang dipelopori oleh kalangan orientalis belanda, diantaranya yaitu Snouck Hurgronje yang mengatakan bahwa Masuknya islam ke Indonesia dimulai pada abad ke 13M yang diawali dengan kedatangan orang-orang yang berasal bukan dari Arab langsung melainkan dari Gujarat dengan fakta ditemukannya makam Sultan Malik As-Sholeh, seorang raja pertama dari kerajaan islam pertama di Aceh, yaitu kerajaan Samudera Pasai, dan beliau berasal dari Gujarat.

Sarjan-sarjana muslim mengungkapkan teori yang berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Snouck Hurgronje sebelumya. Prof. Hamka misalnya dalam seminar yang diadakannya pada tahun 1963 yang berjudul “Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia”. Hamka dan sarjana muslim yang lain berpendapat bahwa islam masuk ke Indonesia dimulai pada abad ke 7-8M yang dibawa langsung dari Arab, dengan adanya bukti jalur pelayaran internasional yang melalui selat malaka yang menghubungkan antara Dinasty Tang di Cina, Sriwijaya dan Bani Umayyah1).
1) pendapat A.Hasymy dalam buku Prof.DR. Musyrifah Sunanto 2007 “Sejarah Peradaban Islam Indonesia” Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, hlm. 9

Islam ada cabang dari anak benua India, namun Al-attas menyatakan “it is true that some works were written in india but their origin is Arabian and Persian;or the could even be, in a comparatively small measure, Turkish or Maghribi and what is more important, theire religious contents is middle eastern not indian”2).
Taufik Abdullah seorang sarjana kontemporer mengatakan bahwa islam memang datang pada abad ke 7M - 8M namun masih banyak para pedagang dari asia timur yang belum mengabut agama islam. Kemudian islam mulai menyebar luas pada abad ke-13 melalui kekuatan politik dengan didirikannya berbagai kerajaan yang diawali di aceh, yaitu Samudera Pasai dan berbagai kerajaan lain yang bercorak islam. Para pedagang islam datang bersama da’i-da’i dan para sufi yang mengajarkan tasawuf. Berkaitan dengan masuknya ajaran tasawuf di Indonesia yang dibawa oleh Syaikh Hamzah Fansuri, Syamsudin Sumatrani, Nuruddin Ar-raniri dan beberapa orang sufi lainnya juga bermula dari aceh dan wilayah sumatera pada abad ke 7M yang membuktikan bahwa islam memang sudah hadir sebelum abad ke 13M.

Tersebarnya islam di Indonesia dilalui dengan cara-cara yang damai dan perlahan membawa masyarakat Indonesia kepada ajaran islam. para pedagang membawa islam berbeda dengan bangsa Portugis dan penjajah yang datang dengan penaklukan untuk menyebarkan agama. Islam dating melalui cara perdagangan dan pelayaran. Kemudian dakwah yang dilakukan oleh da’i yang dating bersama pedagang. Perkawinan antara pedagang muslim dengan anak bangsawan Indonesia yang mempercepat penyebaran islam dalam genggaman kerajaan yang keluarganya sudah masuk ke dalam agama islam. dan seluruh keturunan bangsawan atau raja adalah seorang muslim yang juga akan menjadi raja. Penyebaran agama islam dengan melewati sarana pendidikan . memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan islam setelah perekonomian yang berpusat di Gresik menjadi pusat pendidikan dan penyebaran islam.


2) Al-Attas dalam buku Azyumardi Azra, 1996, “Islam In The Indonesian World: an Account of institutional Foundation”, Bandung, Granesia hlm16

Samudera pasai sebagai pusat dakwah islam banyak didatangi pelajar-pelajar dari daerah lain untuk mempelajari islam lebih mendalam, dan mengirim para mubaligh lokal seperti Maulana Malik Ibrahim ke pulau jawa3). Gresik menjadi tempat yang banyak didirikan pusat pendidikan dan pesantren-pesantren yang menjadi tempat pendidikan politik para santri. Raden Fatah misalnya, beliau adalah Raja islam pertama kerajaan Demak.
Melalui Tasawuf dan Tarekat, seperti apa yang diterangkan pada awal makalah bahwa Aceh adalah tempat datangnya tasawuf melalui para sufi seperti Syaikh Hamzah Fansuri, Syamsudin Sumatrani, Nuruddin Ar-raniri dan semisal wali songo di daerah jawa. Kesenian juga berpengaruh dalam penyebaran islam, kesenian islami dengan pesan pesan keagamaan dibaur didalamnya seperti apa yang dilakukan wali songo, misalnya Sunan Kalijaga yang menggunakan wayang sebagai penyebaran agama islam.

Adapula beberapa faktor yang menyebabkan islam menyebar luas dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia diantaranya adalah, pertama bahwa saudagar atau para pedagang dari memiliki hubungan baik dengan pemerintah wilayah setempat pada masa itu. Kedua, saudagar arab muslim tidak ikut campur dalam urusan politik. Ketiga, para saudagar muslim mempraktekkan ajaran islam dalam kehidupan bersosial dengan masyarakat. Keempat, tidak ada paksaan terhadap masyarakat untuk menganut agama islam. Kelima, dakwah islam dilakukan dengan cara yang baik. Dan keindahan ajaran islam dibandingkan agama Hindu dan Budha4).
Perkembangan islam di Indonesia bisa dikatakan melalui tiga periode, yaitu periode masuknya islam ke Indonesia, periode kekuasaan kolonial Belanda terhadap Indonesia, dan terjadinya liberalisasi kebijakan kolonial Belanda di Indonesia.


3) Prof.DR. Musyrifah Sunanto 2007 “Sejarah Peradaban Islam Indonesia” Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, hlm 11
4) Prof.A Hasymy, 1993 “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia” Medan, PT. Al-Ma’rif. Hlm. 182

Periode awal ditandai dengan masuknya islam pada daerah pelabuhan saja, kemudian berlanjut ke daerah pesisir pantai dan pedesaan. Seperti yang sudah dipaparkan di atas merupakan bagian awal penyebaran agama islam. melalui perdagangan, pernikahan dengan warga sekitar, pendidikan dan lain lain. Perkembangan islam kemudian dimulai di daerah perkotaan/ tepatnya istana, para ulama dan sufi mengembangkan islam dari kalangan istana dengan latar belakang islam yang diterima masyarakat dibuat fleksibel karena latar belakang penduduk Indonesia yang dipengaruhi ajaran Hindu, Budha dan kepercayaan lokal yang dianut mereka sebelum masuknya islam.

Pada periode kedua islam menyebar ketika Belanda dengan VOC-nya menduduki Indonesia. Perjanjian Giyanti pada abad 18 menjadikan VOC sebagai penguasa politik di tanah jawa dan berhasil memecah mataram menjadi dua bagian yaitu: Surakarta dan Yogyakarta. Dengan adanya perjanjian itu pihak kerajaan jawa tidak punya kuasa terhadap VOC. VOC mencampuri urusan penyebaran agama di keraton dan para ulama Kraton terpinggirkan, sehingga berpindah ke daerah lain untuk membangun pesantren dan menyebarkan agama islam. Para ulama dan warga berjuang untuk melawan kolonial belanda seperti Syaikh Yusuf Al-Makassari5).

Periode ketiga akibat Perang Diponegoro, Perang Paderi dan Perang Aceh, pemerintah Belanda mengalami defisit keuangan dan membuat sistem tanam paksa untuk menanam tanaman yang akan di ekspor keluar negeri. Dan islam terus berusaha diredupkan oleh pihak belanda. Banyak gerakan protes yang dilancarkan untuk mengusir belanda dan kroninya, dan muncul gerakan-gerakan perubahan yang dilakukan para ulama untuk membangun pesantren, memperkuat pendidikan islam, mengirim murid-murid pesantren ke timur tengah untuk memperdalam agama islam. terus menerus hingga islam bersifat sistematik dan fleksibel yang nulai dari ajarannya ditanamkan dalam identitas nasional bangsa Indonesia.

5) Pendapat Taufik Abdullah dalam buku Prof.DR. Musyrifah Sunanto 2007 “Sejarah Peradaban Islam Indonesia” Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, hlm 15
PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA


Islam di Indonesia merupakan salah satu dari tujuh cabang peradaban islam setelah hancurnya persatuan peradaban islam di Baghdad(1258 M), ketujuh cabang itu ialah Islam Arab, Islam Persi, Islam Turki, Islam Afrika Hitam, Islam Anak Benua India, Islam Arab Melayu, dan Islam Cina6).
Ada beberapa sebab mengapa masyarakat lokal yang menganut kepercayaan pada nenek moyang mulai masuk ke dalam islam yaitu, Portabilitas (siap pakai), tidak seperti kepercayaan terhadap nenek moyang yang hanya bisa dipakai pada saat tertentu dan tempat tertentu untuk beribadah, sedangkan islam mengatakan bahwa Tuhan ada dimana-mana dan semua umatnya bebas beribadah dan mendapatkan perlindungan dimanapun ia berada. Pandangan masyarakat yang menilai bahwa islamitu identik dengan kekayaan, karena banyaknya pedagan yang kaya raya. Kemudian kejayaan militer, orang muslim dianggap tangguh dan memiliki kehebatan dalam berperang, dan keyakinan rakyat, mereka punya kekuatan adikodrati7). Memperkenalkan tulisan, agama islam mengenalkan tulisan Arab ke berbagai wilayah Indonesia. Lalu mengajarkan penghapalan. Kepandaian dalam penyenbuhan penyakit dan tentunya pengajaran tentang moral. Hingga islam menyebar ke timur Indonesia.
Dari Aceh hingga seluruh Indonesia Islam berkembang pesat, hingga saat ini islam masih mendominasi kekuatan di Indonesia, seperti apa yang dikatakan oleh Gellner(1992) “dari peradaban tulis (baca Hindu, Budha, Konfusianisme dan Islam), nampaknya hanya islam yang mampu mempertahankan preindustrialnyadalam abad ke 21 yang akan datang”8).


6) Prof.DR. Musyrifah Sunanto 2007 “Sejarah Peradaban Islam Indonesia” Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, hlm 17
7) Prof.DR. Musyrifah Sunanto 2007 “Sejarah Peradaban Islam Indonesia” Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, hlm 19
8) Komarudin Hidayat & Ahmad Gaus AF. 2006 ”Menjadi Indonesia”, Jakarta , Mizan. Hlm. 466

Ini dapat diwujudkan dengan dua tradisi besar yang saling melengkapi dan terus bersifat kontemporer dan fleksibel yaitu tradisi tentang pemikiran tasawuf dan syariat islam yang berisi hukum-hukum yang berpegang teguh pada aturan Al-Qur’an dan Hadits. Dan islam berdiri bukan hanya dalam urusan ibadat, namun sebagai pandangan hidup. Masyarakat Indonesia mulai krisis kebudayaan yang berbau islam pada saat ini. “aspek penyebab krisis kebudayaan islam di Indonesia adalah adanya anggapan bahwa islam sebagai ibadat- dalam pandangan sempit dan dangkal”9).
Islam menawarkan keseimbangan sebagai pegangan dan pedoman hidup, islam mencerahkan baik pedesaan maupun perkotaan dan membuka peluang besar kebaikan bersama dalam tatanan masyarakat dan Negara. Penyebaran islam di sepanjang nusantara mrngahasilkan dan memperkaya nuansa di bidang litertatur, arsitektur dan pendidikan. Dan sampai saat ini peradaban dan kebudayaan islam harus tetap tumbuh di Indonesia, mengenal betapa tidak mudahnya penyebaran agama islam dilakukan.

9) DR. Faisal Ismail, MA 1996 “Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis & Refleksi Historis“ Titian Illahi Pers, Yogyakarta. Hlm.25


DAFTAR PUSTAKA

Sunanto, Musyrifah, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2007
Azra, Azyumardi , Islam In The Indonesian World: an Account of institutional
Foundation, Bandung : Granesia,, 1996
Hasymy, A “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia” Medan: PT.
Al-Ma’rif. 1993
Komarudin Hidayat & Ahmad Gaus AF. ”Menjadi Indonesia”, Jakarta: Mizan .2006
Ismail, Faisal “Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis & Refleksi Historis“
Yogyakarta: Titian Illahi Pers. 1996

0 komentar:

Poskan Komentar